Pages

Kamis, 29 Maret 2012

0 Kompetensi Umum Matematika

A.    Conseptual Understanding (Pemahaman Konsep)
Pemahaman konsep terdiri dari dua kata yaitu pemahaman dan konsep. Menurut Gagne (Suherman, dkk., 2001) mengatakan bahwa ide abstrak yang memungkinkan kita dapat mengelompokkan objek ke dalam contoh dan non contoh. Sedangkan pemahaman sendiri berdasarkan kamus umum bahasa Indonesia adalah berasal dari kata paham yang berarti mengerti benar. Menurut NRC (2001) bahwa pemahaman konsep berkenaan dengan memahami ide-ide matematika yang menyeluruh dan fungsional. Siswa yang memiliki pemahaman konsep lebih mengetahui fakta dan metode yang terpisah. Mereka mengerti mengapa ide-ide mateamtika penting dan macam-macam hubungan kalimat yang berguna. Dengan kata lain pemahaman konsep adalah kemampuan dalam memahami konsep, operasi dan relasi dalam matematika.
Cara yang dilakukan untuk mendukung terjadinya pemahaman konsep diantaranya adalah;
1.      Pemodelan matematika
2.      Kosakata matematika
3.      Pemetaan konsep.

B.     Procedural Fluency (Kelancaran Prosedural)
Menurut NRC (2001) bahwa kelancaran procedural yaitu kemampuan yang mencakup pengetahuan mengenai procedural, pengetahuan mengenai kapan dan bagaimana menggunakan prosedur yang sesuai, serta kemampuan dalam membangun fleksibilitas, akurasi, serta efisiensi dalam menyelesaikan suatu masalah. Ketentuan dalam kelancaran procedural yaitu meliputi:
1.      Mentak komputasi
Mental komputasi adalah mental untuk menemukan pemecahan masalah dari data input dengan menggunakan suatu algoritma. Kegiatan yang dilakukan yaitu:
a)      Mengamati dan menggunakan hubungan
b)      Menggunakan pola
c)      Menggunakan strategi berpikir
d)     Mengenali berbagai bentuk
e)      Hubungan jumlah kata dan angka untuk kuantitas yang mereka representasikan, menggunakan berbagai model fisik dan representasi.
2.      Perkiraan
a)      Penilaian yang tidak masuk akal
b)      Menggunakan bilangan secara fleksibel
c)      Menggunakan acuan dan tolok ukur
d)     Posisi yang relative dan besarnya bilangan bulat/ rasional.

C.    Strategic Competence (Kompetensi Strategik)
Menurut NRC (2001) bahwa kompetensi strategic merupakan kemampuan untuk merumuskan/memformulasikan masalah matematika, merepresentasikan, dan menyelesaikan permasalah matematika. Kompetensi strategic meliputi;
1.      Kemampuan untuk merumuskan, merepresentaiskna, dan memecahkan masalah
2.      Pengalaman dengan strategi pemecahan masalah
3.      Fleksibilitas pendekatan
Cara yang biasa dilakukan dalam kompetensi strategic, yaitu;
1.      Strategi kartu
2.      Wacana matematika
3.      Panduan pertanyaan
4.      Menggunakan alat
5.      Berdiri (stand up), Memasangkan (Pair Up), berbagi

D.    Adaptif Reasoning (Penalaran Adaptif)
Penalaran adaptif merupakan salah satu aspek kompetensi dasar matematika, dengan penalaran ini, siswa merasa yakin bahwa matematika dapat dipahami, dipiirkan, dibuktikan dan dievaluasi. Penalaran merupakan tahapan berpikir matematik tingkat tinggi, mencakup kapasitas untuk berpikir secara logis dan sistematis. Menurut NRC (2001) bahwa penalaran adaptif adalah kapasitas untuk berpikir secara logis, merefleksikan dan memperkirakan jawaban, eksplanatif atau memberikan penjelasan mengenai konsep dan prosedur jawaban yang digunakan dan dijastifikasi atau menilai kebenarannya secara matematika. Penalaran adaptif biasanya dilakukan pada kegiatan;
1.      Poster pembuktian (poster proffs)
2.      Yakinkan saya (convince me)
3.      Mempertanyakan
4.      Pembicaraan matematika
5.      Refleksi pada pemecahan masalah

E.     Productive Disposition (Berkarakter Produktif)
Menurut NRC (2001)nbahwa arti berkarakter produktif adalah kecenderungan untuk melihat arti dalam matematika, untuk mengetahui kegunaan dan manfaatnya, untuk mempercayai bahwa upaya yang mantap dalam belajar matematika telah terpenuhi, dan untuk melihat diri sendiri sebagai pembelajar yang efektif dan pelaku matematika. Bias juga disimpulkan bahwa berkarakter produktif merupakan tumbuhnya sikap positif serta kebiasaan untuk melihat matematika itu berguna dalam kehidupan.
Cara-cara dalam membangun berkarakter produktif, yaitu;
1.      Ihwal Matematika (Math Happenings)
2.      Sastra dan matematika
3.      Seni dan matematika
4.      Film di matematika
5.      Teka-teki dalam matematika
6.      Arsitek junior (junior architect)

Sumber

National Research Council (Kilpatrick, J. Swafford, and B. Findell). (2001). Adding it up: Helping Children Learn Mathematics. Washington, DC: National Academy Press.

Seherman, Erman, dkk.. (2001) Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung: JICA-Universitas Pendidikan Indonesia.

Yandianto. (2001). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Penerbit M2S.

About the Author

I'm Dilipkumar, the founder of Wordpresstoblogger.info. This blogger Template was made by me, if you like it Subscribe to Our Feed and Follow Me on Twitter Wptoblogger

    Other Recommended Posts

  • Kompetensi

0 komentar:

Posting Komentar

 
back to top